Minggu, 13 Januari 2013

PENGARUH KOMPUTER TERHADAP PSIKOLOGI


BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

       Saat ini, perkembangan teknologi telah merambah ke berbagai bidang. Teknologi tidak lagi sekedar untuk teknologi, tapi teknologi yang telah mencakup berbagai ranah kehidupan manusia, teknologi yang telah mempengaruhi kehidupan manusia, teknologi yang telah menjadi bagian integral kehidupan manusia.

Di era digital ini, semakin banyak anak-anak yang memiliki akses komputer di rumah atau di sekolah untuk banyak hal, dimulai dari permainan komputer, membantu mengerjakan pekerjaan rumah bahkan melakukan chatting, email ataupun browsing di internet

Meningkatnya jumlah waktu yang dipergunakan oleh anak-anak di rumah dan di sekolah dalam berinteraksi dengan komputer menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana teknologi komputer mempengaruhi perkembangan psikologi mereka. Dalam makalah ini menyajikan pembahasan terbatas terhadap efek penggunaan komputer di rumah terhadap perkembangan aspek fisik, kognitif, emosi, sosial, dan motorik. Secara umum perkembangan anak yang diperkenalkan dengan teknologi komputer relatif lebih baik aspek-aspek tertentu pada anak-anak daripada anak-anak yang sama sekali belum dikenalkan dengan teknologi komputer. 

    .


BAB II
PEMBAHASAN

A. Teori Perkembangan Anak

     Perkembangan dapat diartikan sebagai “perubahan yang progresif dan kontinou (berkesinambungan) dalam diri individu mulai dari lahir sampai meninggal. Salah satu prinsip perkembangan adalah proses yang tidak pernah berhenti (never ending process). Manusia secara terus menerus berkembang atau berubah yang dipengaruhi oleh pengalaman atau belajar sepanjang hidupnya. Prinsip yang lain adalah semua aspek perkembangan saling mempengaruhi, baik aspek fisik, emosi, inteligensi maupun sosial. Terdapat hubungan yang positif diantara aspek-aspek tersebut :

1.      Perkembangan fisik
Pertumbuhan tubuh dan otak, meliputi pola-pola perubahan di dalam kapasitas sensoris, keterampilan-keterampilan motorik, serta kesehatan merupakan bagian dari perkembangan fisik (physical development). Misalnya, seorang anak yang sering mengalami infeksi pada kuping bisa lebih lambat perkembangan bahasanya dibandingkan anak tanpa masalah seperti itu. Selama masa pubertas, perubahan fisik dan hormon tiba-tiba berdampak terhadap perkembangan makna diri. Sebaliknya, perubahan-perubahan fisik di dalam otak pada beberapa orang yang sudah tua bisa mengarah pada kemunduran kecerdasan dan kepribadian.

2.      Perkembangan kognitif
Perubahan dan stabilitas di dalam kemampuan-kemampuan mental, seperti belajar, memperhatikan, mengingat, menggunakan bahasa, berpikir, menalar, dan kreatif membentuk perkembangan kognitif (cognitive development). Peningkatan dan kemunduran kognitif sangat terkait dengan faktor-faktor fisik, emosional, dan sosial. Kemampuan bicara bergantung pada perkembangan fisik mulut dan otak. Seorang anak yang perkembangan bahasanya cepat matang cenderung memunculkan reaksi positif dari orang lain dan memperoleh penghargaan diri. Perkembangan ingatan mencerminkan perolehan atau kehilangan pada hubungan fisik di dalam otak. Orang dewasa yang mengalami kesulitan mengingat nama-nama orang mungkin merasa canggung dan grogi pada situasi-situasi sosial.

3.      Perkembangan psikososial
Perubahan dan stabilitas di dalam emosi, kepribadian, dan hubungan sosial bersama-sama membentuk perkembangan psikososial (psychososial development), dan hal ini dapat memengaruhi fungsi kognitif dan fisik. Kecemasan mengerjakan tes dapat mengganggu kinerja. Dukungan sosial dapat membantu orang-orang mengatasi dampak potensial stres yang negatif pada fisik dan kesehatan mental.

   Memahami perkembangan anak merupakan salah satu upaya untuk mendidik atau membimbing anak, agar mereka dapat mengembangkan potensi dirinya seoptimal mungkin. Masa anak-anak merupakan periode perkembangan yang cepat dan terjadinya perubahan dalam banyak aspek perkembangan. Selain itu, pengalaman masa kecil mempunyai pengaruh yang kuat terhadap perkembangan berikutnya. Untuk itu perlu diperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan, yaitu hereditas dan lingkungan.

   Saat ini, para ilmuwan di bidang genetika perilaku telah menemukan berbagai cara untuk mengukur peran hereditas dan lingkungan yang lebih tepat dalam perkembangan trait-trait khusus sebuah populasi. Ketika kita menelaah orang tertentu, bagaimanapun penelitian yang berhubungan dengan seluruh karakteristik menunjukkan bauran bawaan dan pengalaman. Dengan demikian, meskipun kecerdasan memilki komponen hereditas yang kuat, rangsangan dari orang tua, pendidikan, pengaruh teman seusia, dan variabel lainnya juga berpengaruh.

B. Peran Kematangan

   Banyak perubahan yang lazim pada bayi dan anak-anak, seperti munculnya kemampuan berjalan dan berbicara, yang terlihat berkaitan dengankematangan (maturation) tubuh dan otak. Pengembangan urutan alamiah perubahan fisik dan pola perilaku, termasuk kesiapan untuk menguasai berbagai kemampuan baru seperi berjalan dan berbicara. Sebagaimana anak-anak tumbuh menjadi remaja dan kemudian menjadi dewasa, perbedaan-perbedaan individual dalam karakteristik bawaan dan pengalaman hidup memainkan peran yang lebih besar, seperti halnya orang beradaptasi terhadap kondisi internal dan eksternal yang mereka hadapi sendiri. Meskipun demikian, kematangan bisa berlanjut memengaruhi beberapa proses biologis.

   Dalam upaya untuk memahami perkembangan manusia, kita perlu menelusuri berbagai karakteristik bawaan yang memberikan awal kehidupan khusus bagi tiap orang. Kita juga perlu mempertimbangkan banyak faktor lingkungan dan pengalaman yang memengaruhi orang, terutama dalam konteks seperti keluarga, lingkungan tempat tinggal, status ekonomi sosial, suku bangsa, dan budaya. Kita perlu memahami perkembangan yang terutama bersifat kematangan dan yang lebih bersifat perbedaan individual.

C. Berbagai Lingkungan Perkembangan

     Manusia adalah makhluk sosial. Sejak awal, mereka berkembang di dalam lingkungan sosial dan sejarah. Bagi seorang anak, biasanya lingkungan yang terdekat adalah keluarga, tetapi selanjutnya keluarga mendapatkan pengaruh yang luas dan mengalami perubahan terus menerus dari lingkungan di sekitar rumah, komunitas, dan masyarakat.

1.      Keluarga
Keluarga mempunyai peran yang sangat penting dalam upaya mengembangkan pribadi anak. Erik Erickson sebagaimana dikutip oleh Monksmengajukan delapan tahapan perkembangan psikologis dalam kehidupan seorang individu dan itu semua bergantung pada pengalaman yang diperolehnya dalam keluarga. Selama tahun pertama, seorang anak harus mengembangkan suatu kepercayaan dasar (basic trust), tahun kedua dia harus mengembangkan otonominya, dan pada tahun berikutnya dia harus belajar inisiatif dan industri yang mengarahkannya ke dalam penemuan identittas dirinya.

Pada usia sekitar 2 atau 3 tahun, anak banyak belajar mengenai berbagai macam kooordinasi visio-motorik. Aktivitas-aktivitas senso- motorik telah dapat diintegrasi menjadi aktivitas yang dikoordinasi. Hal ini penting misalnya pada waktu mencontoh sebuah gambar atau sebuah benda. Apa yang dilihat dengan mata harus dapat dipindahkan dengan motoriknya menjadi sebuah pola tertentu. Sekitar tahun ke empat semua pola loko-motorik yang biasa sudah dapat dikuasainya.

2.      Status Sosial Ekonomi dan Lingkungan
   Gabungan faktor-faktor sosial dan ekonomi yang menggambarkan seorang individu atau keluarga, meliputi pendapatan, pendidikan, dan pekerjaan. Banyak penelitian yang mengaitkan SSE (sosioeconomic) dengan proses-proses perkembangan (seperti interaksi ibu secara oral dengan anak-anak mereka) dan hasil perkembangan (seperti kesehatan dan kinerja kognitif). SES memengaruhi berbagai proses dan hasil tersebut secara tidak langsung melalui faktor-faktor yang saling terkait, seperti jenis rumah dan lingkungan di sekitar rumah yang mereka huni serta mutu gizi, perawatan kesehatan, dan sekolah yang tersedia untuk mereka.

3.      Ras/Suku
Istilah ras, yang secara historis dan terkenal dipandang sebagai pengelompokan biologis yang bisa diidentifikasi, sekarang disepakati oleh kebanyakan para ahli sebagai kontruk sosial, dengan tidak ada konsensus ilmiah yang jelas mengenai definisinya serta mustahil diukur secara konsisten. Variasi genetik manusia muncul sepanjang rangkaian kesatuan yang luas, dan 90% variasi muncul di dalam diantara ras-ras yang ditetapkan secara sosial. Namun demikian, ras sebagai pengelompokan sosial tetap menjadi satu faktor dalam penelitian karena bisa membuat perbedaan pada “cara individu diperlakukan, tempat mereka tinggal, peluang kerja, dan mutu pelayanan kesehatan.

D. Tugas Prakembang Fase Kanak-kanak

    Pada perkembangannya, seorang anak akan melewati beberapa tugas prakembang agar perkembangan fisik dan psikologinya berjalan dengan baik. Tugas-tugas prakembang pada fase kanak-kanak diantaranya adalah : mempelajari keterampilan fisik, membangun sikap sehat untuk mengenal diri sendiri, belajar menyesuaikan diri dengan teman seusia (peer group), menggabungkan peran sosial pria dan wanita dengan tepat, mengembangkan keterampilan-keterampilan dasar untuk membaca, menulis dan berhitung, mengembangkan pengertian-pengertian yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari, mengembangkan hati nurani, pengertian moral, dan tata serta tingkatan nilai, mengembangkan sikap terhadap kelompok-kelompok sosial dan lembaga-lembaga, serta mencapai kebebasan pribadi.

   Untuk memenuhi fase prakembang ini, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi penguasaan tugas-tugas perkembangan, yaitu :

1.      Yang menghalangi
a)      Tingkat perkembangan yang mundur
b)      Tidak ada kesempatan untuk mempelajari tugas-tugas perkembangan atau tidak ada bimbingan untuk dapat menguasainya
c)      Tidak ada motivasi
d)     Kesehatan yang buruk
e)      Cacat tubuh
f)       Tingkat kecerdasan yang rendah

2.      Yang membantu
a)      Tingkat perkembangan yang normal atau yang diakselerasikan
b)      Kesempatan-kesempatan untuk belajar tugas-tugas dalam perkembangan dan bimbingan untuk menguasainya
c)      Motivasi
d)     Kesehatan yang baik dan tidak cacat
e)      Tingkat kecerdasan yang tinggi
f)       Kreativitas 

E. Aplikasi Komputer pada Anak 

    Komputer telah menjadi bagian hidup dari masyarakat saat ini, tidak hanya orang dewasa, tetapi juga bagi anak-anak. Selain memiliki manfaat, komputer juga dapat memberi dampak negatif. Tentu saja amat dibutuhkan kepedulian orang tua dan juga para pendidik untuk mencegah anak terkena dampak negatif dari kotak canggih ini.

   Kebanyakan orang tua saat ini merasa serba salah jika anak mereka bersahabat dengan komputer. Keinginan kuat agar anak mereka tidak gagap teknologi dan bisa lebih banyak belajar melalui komputer terkadang kendur ketika melihat dampak negatif yang sering ditimbulkan dari penggunaan komputer yang tidak tepat.

   Sebenarnya kemunculan teknologi komputer sendiri sesungguhnya bersifat netral. Pengaruh positif atau negatif yang bisa muncul dari alat ini tentu saja lebih banyak tergantung dari pemanfaatannya. Bila anak-anak dibiarkan menggunakan komputer secara sembarangan, pengaruhnya bisa jadi negatif. Sebaliknya, komputer akan memberikan pengaruh positif bila digunakan dengan bijaksana, yaitu membantu pengembangan intelektual dan motorik anak.

1.      Dampak Positif

a)      Dengan menggunakan komputer, anak menjadi lebih senang belajar karena adanya perangkat lunak pendidikan yang diprogram sedemikian menariknya. Semakin anak tertarik akan program tersebut, semakin tertarik pula dia untuk belajar. Misalnya, perangkat lunak program pengetahuan dasar membaca. Anak akan lebih suka belajar membaca melalui program yang disertai gambar yang dapat bergerak dan bersuara, tulisan yang dapat membuka halaman lain, atau huruf-huruf yang dapat berubah-ubah warna daripada belajar membaca melalui buku yang itu-itu saja.
b)      Selain program pendidikan, komputer juga menawarkan program aplikasi berbentuk permainan elektronik yang pada umumnya tidak secara khusus diberi muatan pendidikan formal tertentu. Permainan elektronik tersebut membantu anak untuk belajar bagaimana bertahan, membuat strategi, membangkitkan semangat kepemimpinan, dan bermain peran (role play).
c)      Karena biasa menggunakan komputer, anak dapat mengoperasikan berbagai program olah kata dan angka. Para balita juga dapat belajar mengenal warna dan bentuk-bentuk melalui program pendidikan yang dioperasikan dengan komputer. Anak-anak dapat menjadi pandai dalam matematika lantaran sering berlatih dengan menggunakan bantuan komputer dan dapat memiliki banyak kosa kata dalam bahasa Inggris.
d)     Secara tidak langsung, anak yang sejak kecil dibiasakan menggunakan komputer sedang dilatih suatu keterampilan yang amat penting bagi mereka saat mereka menginjak dewasa dan masuk dalam dunia kerja.

2.      Dampak negatif

a)      Salah satu dampak negatif adalah kemungkinan besar anak mengonsumsi permainan elektronik yang menonjolkan unsur-unsur seperti kekerasan dan agresivitas tanpa sepengetahuan orang tua. Permainan beraroma kekerasan dan agresif banyak disinyalir oleh para pakar pendidikan sebagai pemicu munculnya perilaku-perilaku agresif dan sadistis pada diri anak.
b)      Karena terlalu sering bermain komputer, anak-anak dapat kehilangan waktu untuk bermain dengan teman-temannya dan kehidupan sosialnya menjadi kurang seimbang.
c)      Anak juga dapat menjadi malas membaca buku dan menulis karena banyak waktu yang dihabiskan di depan komputer. Prestasi di sekolah bisa menurun karena tugas-tugas yang tidak diselesaikan.
d)     Akses negatif juga bisa didapatkan melalui internet. Mampu mengakses internet sesungguhnya merupakan suatu awal yang baik bagi pengembangan wawasan anak. Sayangnya, anak juga terancam dengan banyaknya informasi buruk yang membanjiri internet. Karena melalui internet berbagai materi bermuatan seks, kekerasan, dan lain-lain dijajakan secara terbuka dan tanpa penghalang.
    Mengingat penggunaan komputer adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari pada saat ini dan masa yang akan datang, anak tetap harus dikenalkan dengan komputer walaupun ada pengaruh yang tidak baik yang dapat ditimbulkan. Yang terpenting adalah bagaimana para pendidik dan orang tua dapat menjadikan komputer aman dan bermanfaat bagi anak.

a)      Kenalkan komputer pada anak sesuai dengan usia mereka. Pengenalan bagi anak balita dapat dimulai dengan membimbingnya menyentuh komputer, memegang tetikus (mouse), mengetik huruf-huruf di kibor (keyboard). Anak-anak di atas usia balita dapat mulai diperkenalkan pada berbagai program komputer yang menarik bagi mereka, khususnya program yang bersifat edukatif. Pilihkan program aplikasi yang tepat bagi mereka. Jangan biarkan mereka membeli atau meminjam program tanpa sepengetahuan Anda.
b)      Temani anak saat mereka menggunakan komputer. Arahkan dan bimbing mereka dalam komunikasi yang hangat. Ada baiknya menggunakan kata kunci (password) agar anak tidak menggunakan komputer tanpa pengawasan orang dewasa.
c)      Buatlah kurikulum sendiri di rumah. Jangan perlihatkan semua program komputer yang akan Anda berikan kepada anak. Berikan satu per satu, tahap demi tahap. Jika memungkinkan, buat tes kecil untuk mereka. Jika lulus, barulah mereka boleh mencoba program yang baru. Dengan menyusun kurikulum sendiri, Anda dapat lebih selektif memilih program komputer yang tepat, aman, dan memenuhi kebutuhan anak.
d)     Pendidik dan orang tua hendaknya terus mengembangkan pula kemampuan dan keterampilan dalam menggunakan komputer. Terkadang yang terjadi malah sebaliknya, anak sudah menjadi lebih "canggih" dari pendidik dan orang tua mereka. Hal tersebut dapat mengakibatkan pengawasan dan bimbingan menjadi terbatas pada kemampuan pendidik atau orang tua saja. Ikuti terus perkembangan di dunia komputer, bahkan sebelum anak tahu dari sumber-sumber lain, jadilah sumber pertama bagi mereka mengenai perkembangan-perkembangan tersebut.
e)      Buatlah kesepakatan bersama anak mengenai apa yang boleh dan tidak boleh dilakukannya dengan komputer. Jangan membuat peraturan Anda sendiri. Libatkan anak agar dia juga dapat merasa bertanggung jawab untuk melaksanakan setiap peraturan yang sudah dibuat bersama. Beberapa contoh peraturan yang dapat dimasukkan dalam daftar misalnya, tidak boleh menggunakan komputer apabila tugas-tugas sekolah belum diselesaikan atau jika anak sedang dalam masa ulangan; jika masa sekolah, waktu untuk menggunakan komputer maksimal satu jam setelah semua kegiatan selesai, waktu yang lebih longgar dapat diberikan pada hari libur. Pengaturan waktu ini perlu dilakukan agar anak tidak berpikir bahwa bermain komputer adalah satu-satunya kegiatan yang menarik baginya. Pengaturan ini perlu diperhatikan secara ketat oleh pendidik, setidaknya sampai anak berusia dua belas tahun. Pada usia yang lebih besar, diharapkan anak sudah dapat lebih mampu mengatur waktu dengan baik.
f)       Sebaiknya, komputer tidak diletakkan di kamar pribadi anak. Tempat yang baik adalah di ruang keluarga. Pengawasan akan sulit dilakukan jika komputer berada di area privasi anak.
g)      Komputer juga memunyai efek-efek tertentu bagi fisik seseorang. Perhatikan masalah tata ruang, cahaya, bahaya listrik, posisi duduk, tinggi meja dan kursi, dll. agar anak berada dalam keadaan yang betul-betul nyaman, aman, dan sehat saat menggunakan komputer.



BAB III
PENUTUP


A. Kesimpulan

      Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa teknologi khususnya komputer berpengaruh terhadap perkembangan psikologi pada anak. Sebagaimana yang telah di kemukakan dalam makalah ini bahwa terdapat asosiasi yang cukup signifikan antara komputer dengan peningkatan kualitas akademik dan juga si anak akan menjadi anti sosial. Namun krmajuan teknologi dapat juga membantu dalam berkreativitas sang anak, jika pemanfaatannya di gunakan dengan sebaik-baiknya.


B. Saran

      Dalam zaman globalisasi ini maka sudah sepatutnya orang tua melakukan pengenalan terhadap anak sejak usia dini dan juga sekali-kali mengawasi anaknya dalam mengoperasikan computer khususnya dalam bermain internet dan Game Online. Buatlah se nyaman mungkin anak dalam mengoperasikan komputer, jangan hanya melarang karena masih banyak pengetahuan yang di dapat oleh anak di dalam komputer dan itu semua mempengaruhi perkembangan anak tersebut, baik secara fisik, mental, dan sosial.

DAFTAR PUSTAKA

·                     Hurlock, B. E. 1980. Psikologi Perkembangan (Edisi Kelima), Jakarta : PT. Erlangga
·                     Kraut, R. E, et.al.. The impact of Home Computer Use on Children’sActivities and Development. The Future of Children. Vol 10, No 2. 2000
·                     Monks, P. J, et.al. Psikologi Perkembangan, Gadjah Mada University press.1999.
·                     Papalia, Olds, Feldman. 2009. Human Development. Jakarta : Salemba Humanika.
.


Sabtu, 29 Desember 2012

Desain Sistem pakar psikologi untuk diagnosa obesitas

A. PENGERTIAN OBESITAS Obesitas adalah kelebihan berat badan sebagai akibat dari penimbunan lemak tubuh yang berlebihan. Setiap orang memerlukan sejumlah lemak tubuh untuk menyimpan energi, sebagai penyekat panas, penyerap guncangan dan fungsi lainnya. Rata-rata wanita memiliki lemak tubuh yang lebih banyak dibandingkan pria[rujukan?]. Perbandingan yang normal antara lemak tubuh dengan berat badan adalah sekitar 25-30% pada wanita dan 18-23% pada pria. Wanita dengan lemak tubuh lebih dari 30% dan pria dengan lemak tubuh lebih dari 25% dianggap mengalami obesitas. Seseorang yang memiliki berat badan 20% lebih tinggi dari nilai tengah kisaran berat badannya yang normal dianggap mengalami obesitas. Obesitas digolongkan menjadi 3 kelompok: - Obesitas ringan : kelebihan berat badan 20-40% - Obesitas sedang : kelebihan berat badan 41-100% - Obesitas berat : kelebihan berat badan >100% (Obesitas berat ditemukan sebanyak 5% dari antara orang-orang yang gemuk). Perhatian tidak hanya ditujukan kepada jumlah lemak yang ditimbun, tetapi juga kepada lokasi penimbunan lemak tubuh. Pola penyebaran lemak tubuh pada pria dan wanita cenderung berbeda. Wanita cenderung menimbun lemaknya di pinggul dan bokong, sehingga memberikan gambaran seperti buah pir. Sedangkan pada pria biasanya lemak menimbun di sekitar perut, sehingga memberikan gambaran seperti buah apel. Tetapi hal tersebut bukan merupakan sesuatu yang mutlak, kadang pada beberapa pria tampak seperti buah pir dan beberapa wanita tampak seperti buah apel, terutama setelah masa menopause. Seseorang yang lemaknya banyak tertimbun di perut mungkin akan lebih mudah mengalami berbagai masalah kesehatan yang berhubungan dengan obesitas. Mereka memiliki risiko yang lebih tinggi. Gambaran buah pir lebih baik dibandingkan dengan gambaran buah apel. Untuk membedakan kedua gambaran tersebut, telah ditemukan suatu cara untuk menentukan apakah seseorang berbentuk seperti buah apel atau seperti buah pir, yaitu dengan menghitung rasio pinggang dengan pinggul. Pinggang diukur pada titik yang tersempit, sedangkan pinggul diukur pada titik yang terlebar; lalu ukuran pinggang dibagi dengan ukuran pinggul. Seorang wanita dengan ukuran pinggang 87,5 cm dan ukuran pinggul 115 cm, memiliki rasio pinggang-pinggul sebesar 0,76. Wanita dengan rasio pinggang:pinggul lebih dari 0,8 atau pria dengan rasio pinggang:pinggul lebih dari 1, dikatakan berbentuk apel. B. PENYEBAB OBESITAS Secara ilmiah, obesitas terjadi akibat mengonsumsi kalori lebih banyak dari yang diperlukan oleh tubuh. Penyebab terjadinya ketidakseimbangan antara asupan dan pembakaran kalori ini masih belum jelas. Terjadinya obesitas melibatkan beberapa faktor: - Faktor genetik. Obesitas cenderung diturunkan, sehingga diduga memiliki penyebab genetik. Tetapi anggota keluarga tidak hanya berbagi gen, tetapi juga makanan dan kebiasaan gaya hidup, yang bisa mendorong terjadinya obesitas. Seringkali sulit untuk memisahkan faktor gaya hidup dengan faktor genetik. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa rata-rata faktor genetik memberikan pengaruh sebesar 33% terhadap berat badan seseorang. - Faktor lingkungan. Gen merupakan faktor yang penting dalam berbagai kasus obesitas, tetapi lingkungan seseorang juga memegang peranan yang cukup berarti. Lingkungan ini termasuk perilaku/pola gaya hidup (misalnya apa yang dimakan dan berapa kali seseorang makan serta bagaimana aktivitasnya). Seseorang tentu saja tidak dapat mengubah pola genetiknya, tetapi dia dapat mengubah pola makan dan aktivitasnya. - Faktor psikis. Apa yang ada di dalam pikiran seseorang bisa memengaruhi kebiasaan makannya. Banyak orang yang memberikan reaksi terhadap emosinya dengan makan. Salah satu bentuk gangguan emosi adalah persepsi diri yang negatif. Gangguan ini merupakan masalah yang serius pada banyak wanita muda yang menderita obesitas, dan bisa menimbulkan kesadaran yang berlebihan tentang kegemukannya serta rasa tidak nyaman dalam pergaulan sosial. Ada dua pola makan abnormal yang bisa menjadi penyebab obesitas yaitu makan dalam jumlah sangat banyak (binge) dan makan di malam hari (sindroma makan pada malam hari). Kedua pola makan ini biasanya dipicu oleh stres dan kekecewaan. Binge mirip dengan bulimia nervosa, dimana seseorang makan dalam jumlah sangat banyak, bedanya pada binge hal ini tidak diikuti dengan memuntahkan kembali apa yang telah dimakan. Sebagai akibatnya kalori yang dikonsumsi sangat banyak. Pada sindroma makan pada malam hari, adalah berkurangnya nafsu makan di pagi hari dan diikuti dengan makan yang berlebihan, agitasi dan insomnia pada malam hari. - Faktor kesehatan. Beberapa penyakit bisa menyebabkan obesitas, diantaranya: 1. Hipotiroidisme 2. Sindroma Cushing 3. Sindroma Prader-Willi 4. Beberapa kelainan saraf yang bisa menyebabkan seseorang banyak makan. - Obat-obatan. Obat-obat tertentu (misalnya steroid dan beberapa anti-depresi) bisa menyebabkan penambahan berat badan. - Faktor perkembangan. Penambahan ukuran atau jumlah sel-sel lemak (atau keduanya) menyebabkan bertambahnya jumlah lemak yang disimpan dalam tubuh. Penderita obesitas, terutama yang menjadi gemuk pada masa kanak-kanak, bisa memiliki sel lemak sampai 5 kali lebih banyak dibandingkan dengan orang yang berat badannya normal. Jumlah sel-sel lemak tidak dapat dikurangi, karena itu penurunan berat badan hanya dapat dilakukan dengan cara mengurangi jumlah lemak di dalam setiap sel. - Aktivitas fisik. Kurangnya aktivitas fisik kemungkinan merupakan salah satu penyebab utama dari meningkatnya angka kejadian obesitas di tengah masyarakat yang makmur. Orang-orang yang tidak aktif memerlukan lebih sedikit kalori. Seseorang yang cenderung mengonsumsi makanan kaya lemak dan tidak melakukan aktivitas fisik yang seimbang, akan mengalami obesitas. C. GEJALA OBESITAS Penimbunan lemak yang berlebihan dibawah diafragma dan di dalam dinding dada bisa menekan paru-paru, sehingga timbul gangguan pernapasan dan sesak napas, meskipun penderita hanya melakukan aktivitas yang ringan. Gangguan pernapasan bisa terjadi pada saat tidur dan menyebabkan terhentinya pernapasan untuk sementara waktu (tidur apneu), sehingga pada siang hari penderita sering merasa ngantuk. Obesitas bisa menyebabkan berbagai masalah ortopedik, termasuk nyeri punggung bawah dan memperburuk osteoartritis (terutama di daerah pinggul, lutut dan pergelangan kaki). Juga kadang sering ditemukan kelainan kulit. Seseorang yang menderita obesitas memiliki permukaan tubuh yang relatif lebih sempit dibandingkan dengan berat badannya, sehingga panas tubuh tidak dapat dibuang secara efisien dan mengeluarkan keringat yang lebih banyak. Sering ditemukan edema (pembengkakan akibat penimbunan sejumlah cairan) di daerah tungkai dan pergelangan kaki. D. KOMPLIKASI Obesitas meningkatkan risiko terjadinya sejumlah penyakit menahun seperti: - Diabetes tipe 2 (timbul pada masa dewasa) - Tekanan darah tinggi (hipertensi) - Stroke - Serangan jantung (infark miokardium) - Gagal jantung - Kanker (jenis kanker tertentu, misalnya kanker prostat dan kanker usus besar) - Batu kandung empedu dan batu kandung kemih - Gout dan artritis gout - Osteoartritis - Tidur apneu (kegagalan untuk bernapas secara normal ketika sedang tidur, menyebabkan berkurangnya kadar oksigen dalam darah) - Sindroma Pickwickian (obesitas disertai wajah kemerahan, underventilasi dan ngantuk). E. DIAGNOSA - Mengukur lemak tubuh Tidak mudah untuk mengukur lemak tubuh seseorang. Cara-cara berikut memerlukan peralatan khusus dan dilakukan oleh tenaga terlatih: 1. Underwater weight, pengukuran berat badan dilakukan di dalam air dan kemudian lemak tubuh dihitung berdasarkan jumlah air yang tersisa. 2. BOD POD merupakan ruang berbentuk telur yang telah dikomputerisasi. Setelah seseorang memasuki BOD POD, jumlah udara yang tersisa digunakan untuk mengukur lemak tubuh. 3. DEXA (dual energy X-ray absorptiometry), menyerupai skening tulang. Sinar X digunakan untuk menentukan jumlah dan lokasi dari lemak tubuh. Dua cara berikut lebih sederhana dan tidak rumit: 1. Jangka kulit, ketebalan lipatan kulit di beberapa bagian tubuh diukur dengan jangka (suatu alat terbuat dari logam yang menyerupai forseps). 2. Bioelectric impedance analysis (analisis tahanan bioelektrik), penderita berdiri diatas skala khusus dan sejumlah arus listrik yang tidak berbahaya dialirkan ke seluruh tubuh lalu dianalisis. Pemeriksaan tersebut bisa memberikan hasil yang tidak tepat jika tidak dilakukan oleh tenaga ahli. Pengukuran berat badan menurut WHO ( 2010) dapat dilakukan dengan membagi berat badan dengan tinggi badan kuadrat. Hal ini dinamakan dengan Indeks Masa Tubuh ( IMT). - Tabel berat badan-tinggi badan ini telah digunakan sejak lama untuk menentukan apakah seseorang mengalami kelebihan berat badan. Tabel biasanya memiliki suatu kisaran berat badan untuk tinggi badan tertentu. Permasalahan yang timbul adalah bahwa kita tidak tahu mana tabel yang terbaik yang harus digunakan. Banyak tabel yang bisa digunakan, dengan berbagai kisaran berat badan yang berbeda. Beberapa tabel menyertakan ukuran kerangka, umur dan jenis kelamin, tabel yang lainnya tidak. Kekurangan dari tabel ini adalah tabel tidak membedakan antara kelebihan lemak dan kelebihan otot. Dilihat dari tabel, seseorang yang sangat berotot bisa tampak gemuk, padahal sesungguhnya tidak. - Indeks Massa Tubuh (Body Mass Index, BMI) BMI merupakan suatu pengukuran yang menghubungkan (membandingkan) berat badan dengan tinggi badan. Walaupun dinamakan "indeks", BMI sebenarnya adalah rasio atau nisbah yang dinyatakan sebagai berat badan (dalam kilogram) dibagi dengan kuadrat tinggi badan (dalam meter). Seseorang dikatakan mengalami obesitas jika memiliki nilai BMI sebesar 30 atau lebih. Rumus: Satuan Metrik menurut sistem satuan internasional : Rumus : dimana adalah berat badan dalam satuan metrik kilogram dan adalah tinggi badan dalam meter. BMI KLASIFIKASI < 18.5 Berat badan dibawah normal 18.5-24.9 Normal 25.0-29.9 Normal Tinggi 30.0-34.9 Obesitas Tingkat 1 35.0-39.9 Obesitas Tingkat 2 >40.0 Obesitas Tingkat 3 F. PENGOBATAN Pembatasan asupan kalori dan peningkatan aktivitas fisik merupakan komponen yang paling penting dalam pengaturan berat badan. Kedua komponen ini juga penting dalam mempertahankan berat badan setelah terjadi penurunan berat badan. Harus dilakukan perubahan dalam pola aktivitas fisik dan mulai menjalani kebiasaan makan yang sehat. Langkah awal dalam mengobati obesitas adalah menaksir lemak tubuh penderita dan risiko kesehatannya dengan cara menghitung BMI. Resiko kesehatan yang berhubungan dengan obesitas akan meningkat sejalan dengan meningkatnya angka BMI : - Resiko rendah : BMI < 27 - Resiko menengah : BMI 27-30 - Resiko tinggi : BMI 30-35 - Resiko sangat tinggi : BMI 35-40 - Resiko sangat sangat tinggi : BMI 40 atau lebih. Jenis dan beratnya latihan, serta jumlah pembatasan kalori pada setiap penderita berbeda-beda dan obat yang diberikan disesuaikan dengan keadaan penderita. - Penderita dengan risiko kesehatan rendah, menjalani diet sedang (1200-1500 kalori/hari untuk wanita, 1400-2000 kalori/hari untuk pria) disertai dengan olah raga - Penderita dengan risiko kesehatan menengah, menjalani diet rendah kalori (800-1200 kalori/hari untuk wanita, 1000-1400 kalori/hari untuk pria) disertai olah raga - Penderita dengan risiko kesehatan tinggi atau sangat tinggi, mendapatkan obat anti-obesitas disertai diet rendah kalori dan olah raga. Memilih program penurunan berat badan yang aman dan berhasil. Unsur-unsur yang harus dipertimbangkan dalam memilih suatu program penurunan berat badan : - Diet harus aman dan memenuhi semua kebutuhan harian yang dianjurkan (vitamin, mineral dan protein). Diet untuk menurunkan berat badan harus rendah kalori. - Program penurunan berat badan harus diarahkan kepada penurunan berat badan secara perlahan dan stabil. - Sebelum sebuah program penurunan berat badan dimulai, dilakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh. - Program yang diikuti harus meliputi pemeliharaan berat badan setelah penurunan berat badan tercapai. Pemeliharaan berat badan merupakan bagian tersulit dari pengendalian berat badan. Program yang dipilih harus meliputi perubahan kebiasaan makan dan aktivitas fisik yang permanen, untuk merubah gaya hidup yang pada masa lalu menyokong terjadinya penambahan berat badan. Program ini harus menyelenggarakan perubahan perilaku, termasuk pendidikan dalam kebiasaan makan yang sehat dan rencana jangka panjang untuk mengatasi masalah berat badan. Obesitas merupakan suatu keadaan menahun (kronis). Obesitas seringkali dianggap suatu keadaan sementara yang bisa diatasi selama beberapa bulan dengan menjalani diet yang ketat. Pengendalian berat badan merupakan suatu usaha jangka panjang. Agar aman dan efektif, setiap program penurunan berat badan harus ditujukan untuk pendekatan jangka panjang.

Minggu, 04 November 2012

CBIS

DATA BASE Data base adalah suatu koleksi data computer yang terintegrasi, diorganisasikan dan disimpan dengan cara yang memudahkan pengambilan kembali. DASD (medium file master yang baik) harus digunakan. Tujuan utama dari konsep database adalah meminimumkan pengulangan data dan mencapai independensi. Pengulangan data (data redundancy ) adalah duplikasi data artinya data yang sama disimpan dalan beberapa file. Independensi data adalah kemampuan untuk membuat perubahan dalan struktur data tanpa membuat perubahan pada program yang memproses data. Independensi data dicapai dengan menempatkan spesifikasi data dalam label dan kamus yang terpidah secara fisik dari program. Program mengacu pada tabel untuk mengakses data. Perubahan pada struktur data hanya dilakukan sekali yaitu dalam table.
Ketika perusahaan mengadopsi konsep database, hirarki data menjadi: - Database - File - Catatan - Elemen data File-file tersendiri dapat tetap ada, mewakili komponen -komponen utama dari database namun organisasi fisik dari data tidak menghambat pemakai. Tersedia berbagai cara untuk mengintegrasikan isi dari file-file yang memiliki hubungan logis Bentuk Database Itu ada 3 : 1. Hierarchical DataBase Biasa digunakan untuk jaringan komunikasi data yang berupa hierarchi/tree. Dasar hierarchi Data base berusaha untuk menggambar realita dalam sebuah organisasi kebentuk data komputer. 2. Network DataBase Network DB dibuat karena jaringan komunikasi memiliki topology Mesh, sehingga membutuhkan bentuk ini. Network Data Base memiliki struktur file yang sama, sehingga file yang satu dapat mengetahui / mendapatkan informasi file yang lain dengan benar. 3. Relational DataBase Bentuk DB yang paking Fleksibel dan terbuka. Biasanya digunakan pada local saja. Struktur Data Base Integrasi logis file dapat dicapai secara eksplisit atau secara implicit. • Hubungan eksplisit inverted index dan link field menetapkan hubungan eksplisit antara data yang terintefrasi secara logis dalam file yang sama. Suatu pendekatan untuk menetapkan hubungan eksplisit antara catatan dari beberapa file adalah dengan menyusun catatan-catatan tersebut dalam suatu hirarki. Ini disebut struktur hirarkis. Dalam struktur seperti ini, setiap catatan pada satu tingkat dapat dihubungkan ke berbagai catatan yang setingkat lebih rendah. Catatan yang memiliki anak disebut parent dan anak catatan itu sisebut children. • Hubungan implicit Pada awal 1970-an Edgar f. Codd dan C.J. Date, keduanya dari IBM tetapi bekerja secara terpisah, mengembangkan statu pendekatan untuk menetapkan hubungan antar catatan yang tidak harus dinyatakan secara eksplisit. Link field khusus tidakperlu disertakan dalam catatan. Pendekatan Codd dan Date dinamai struktur relasional, dan menggunakan hubungan implicit, yaitu hubungan yang dapat dinyatakan secara tidak langsung dari catatan data yang telah ada. Keuntungan utama dari struktur relasional bagi CBIS adalah fleksibelitas yang ditawarkanya dalam rancangan dan penggunaan database. Pemakai dan spesialis informasi dibebeskan dari keharusan mengidentifigasi semua informasi yang diperlukan sebelum menciptakan database. Tipe-tipe Data Base a. Operational DataBase : DB menyimpan data detail yang dibutuhkan untuk mendukung operasi dari entire organization. b. Analytical DataBasen : Menyimpan data dan information extrated dari operational yang diseleksi dan external DB. Meliputi data dan informasi yang banyak dibutuhkan oleh manajer organisasi dan end user. c. Data WareHouseb : Merupakan pusat data sentral yang ditampilkan dan diintegrasikan sehingga dapat digunakan oleh manajer dan user professional untuk macam-macam analisis bisnis, penelitian pasar dan decision support. d. Distributed DataBase e. End User DataBase : Data Base terdiri dari variasi data yang dikembangkan oleh end user pada workstation. f. HyperMedia DataBase g. External DataBase Komponen Data Base : 1. File data base : Memiliki elemen-elemen data yang disimpan dalam salah satu format organisasi file data base. 2. DBMS : Suatu kelompok program software yang mengelola DB, mengontrol akses terhadap DB, menjaga pengamanan DB dan melakukan tugas-tugas lain. 3. Sistem Antar-Muka Bahasa Induk (A Host Language Interfice system). Bagian dari DBMS yang berkomunikasi dengan program aplikasi, menafsirkan intruksi dan bahasa tingkat tinggi aplikasi. 4. Program Aplikasi 5. Sebuah sistem Antar muka Bahasa Alami ( A Natural Language Interface system). Suatu bahasa pertanyaan (query language) yang memungkinkan pemakai untuk mendapatkan keterangan tentang apa saja yang tersedua pada system komputer. 6. Kamus Data (data dictionary) Pusat penyimpanan infomasi data-data dari DB yang memuat skema DB, yang mana nama dari setiap item dalam DB serta deskripsi dan definisi atribut-atributnya yang merujuk pada data standar. 7. Terminal Pengaksesan dan pemutakhiran yang online Letaknya dapat berdekatan / berjauhan. 8. Sistem keluaran / pembuat Reportase ( The output system or report Generator) 9. Terdiri dari laporan biasa ,dokumen dan laporan khusus. Kriteria DataBase 1. Struktur filenya memudahkan untuk mengcutkan suatu record dengan record lainnya. 2. Penggabungan file secara menyilang dimungkinkan, sehingga record yang sebelumnya bebas karena biasa digabung dan diproses bersama secara otomatis. 3. File program/datanya bersifat bebas, sehingga memudahkan untuk pemutakhiran dan perawatan DB. 4. Memilih rumusan bersama (common definition) dalam kaitannya dengan definisi data, format record dan berbagai jenis deskripsi lainnya. 5. Memiliki DBMS untuk mengelola data. 6. Kamus Data 7. Memiliki memori akses langsung yang besar untuk memuat data DBMS. 8. Memiliki program dan piranti komunikasi yang canggih, yang memungkinkan pengguna untuk mengakses data secara serempak. 9. Memiliki teknik-teknik penyalinan (back up), penghidupan kembali (restart) dan perolehan kembali (recovery) yang canggih yang dapat merekrontuksi kembali file-file DB jika ada data yang rusak/hilang. 10. Adanya Query Language. Manajerial DataBase Meliputi : 1. System Intelegent Untuk perencanaan strategis, baik dalam substansi jumlahnya maupun sifatnya bagi kegiatan manajemen puncak. 2. Masalah-masalah management khusus 3. Model Manajemen 4. Tugas Kunci system informasi Perangkat lunak data base Perangkat lunak yang menetapkan dan memelihara integrasi logis antar file, baik eksplisit maupun implicit disebut system manajemen database( datavase management system ) DBMS. IDS dari General Electric adalaj contoh pertamanya dan kemudian diikuti oleh sejumlah usaha serupa dari pemasok perangkat keras dan perangkat lunak lain. Contoh DBMS yang menggunakan struktur hirarkis adalah IMS (Infirmation Management System) dari IBM dan System 2000 dari Intel. Menciptakan database Proses menciptakan database mencakup tiga langkah utama, yaitu; • Menentukan kebutuhan data, meliputi pendekatan berorientasi proses, pendekatan model perusahaan. • Menjelaskan data, dengan cara system kamus data, data description language. • Memasukan data Pengelola database Seorang spesialis informasi yang bertanggung jawab atas database disebut pengelola database atau DBA. Tugas DBA terbagi dalam empat bidang utama; • Perencanaan database, mencakup sama dengan para manajer untuk mendefinisikan skema perusahaan dengan para pemakai untuk mendefinisikan subskema mereka. Selain itu juga perperan penting dalam memilih DBMS. • Penerapan database, terdiri dari menciptakan data base yang sesuai dengan DBMS yang dipilih, serta menetapkan dan menegakkan kebijakan dan prosedur penggunaaan database. • Operasi database, mencakup menawarkan program pendidikan kepada pemakai datavase dan menyediakan bantuan saat diperlukan. Keamanan database, meliputi pemantauan kegiatan database dengan menggunakan statistic yang disediakan DBMS. Selain itu juga memastikan bahwa data base tetap aman DBMS (Data Base Management System) DBMS: Suatu cara dalam bentuk system yang berguna dalam menyimpan data penggunaan cara yang tepat dapat mempercepat penyimpanan data ,pemrosesan data dan pengambilan data. Empat hal penting dalam DBMS : a. Query language b. Security consideration c. Biaya tidak langsung pemrosesan d. Kecocokan dengan tipa aplikasi Elemen-elemen utama dari DBMS ; • Data description language processor • Performance statistics processor • Modul backup/recovery • Manajer database Keuntungan DBMS • Mengurangi pengulangan data • Mencapai independesi data • Mengintegrasikan data beberapa file • Mengambil data dan informasi secara cepat • Meningkatkan keamanan • Meningkatkan presentasi kesiapan data (data availability) yang berarti tersedia pada waktu dibutuhkan. • Mempercepat penyimpanan dan pengambilan data. • Mempercepat dan mempermudah pemrosesan data • Mengurangi penyimpanan data yang rangkap • Mempermudah pemrograman karena lebih fleksibel. Kerugian DBMS • Kurangnya ahli Data Base • Biaya pemrosesan data sangat tinggi • Kebutuhan software dan Hardware yang bertambah • Penggabungan dan pengamanan data Mengikat pemakai untuk • Memperoleh perangkat lunak yang mahal • Memperoleh konfigurasi perangkat keras yang besar • Mempekerjakan dan mempertahankan staf DBA "SISTEM PEMGOLAHAN DATA" SISTEM PENGOLAHAN DATA A. Pengertian Data adalah suatu penggambaran fakta , pengertian instruksi yang dapat disampaikan dan diolah oleh manusia atau mesin. Pengolahan data adalah bentuk pengolahan terhadap data untuk menbuat data itu berguna sesuai dengan hasil yang diinginkan agar dapat digunakan. Sistem pengolahan data adalah sistem yang melakukan pengolahan data. B. Fungsi dan Tujuan Fungsi dasar Pengolahan Data : 1. Mengambil program dan data (masukan / input) 2. Menyimpan program dan data serta menyediakan untuk pemrosesan 3. Menjalankan proses aritmatika dan logika pada data yang disimpan 4. Menyimpan hasil antara dan hasil akhir pengolahan. 5. Mencetak atau menampilkan data yang disimpan atau hasil pengolahan. Tujuan pengolahan data adalh untuk menghasilkan dan memelihara record perusahaan yang akurat dan up-to-date.
C. Metode Pengolahan Data Pengolahan data system informasi dalam organisasi biasanya terdiri atas metode teknologis dan manual. Menurut Buch dan Stater ada dua macam metode pengolahan data yang penting : 1. System manual ; semua operasi dilakukan dengan tangan dan bantuan alat-alat penting seperti pensil ,kertas dan lain-lain 2. Electromechanical ; suatu gabungan dari orang dan mesin misalnya seorang pegawai yang bekerja dengan menggunakan catat kolom (posting machine). • Methode punched equipment ; Menggunakan penggunaan semua peralatan yang digunakan disebut sebagai suatu system warkat unit (unit record system).prinsipnya adalah bahwa data mengenai data seseorang,uatu objek atau suatu peristiwa biasanya dicatat (punched) dalam suatu kartu, sejumlah kartu yang mengandung data tentang subjek yang sama ( misalnya : data gaji) digabungkan bersama membentuk suatu objek • Methode electric computer ; suatu susunan dari alat-alat masukan suatu unit pengolahan pusat (control processing unit ) dan alat alat keluaran D. Pengolahan Data Pada Komputer\ Pengolahan data pada komputer meliputi : 1. Pengumpulan data; Sistem pengolahan data dirancang untuk mengumpulkan data yang menggambarkan tiap tindakan internal perusaahaan dan menggambarkan transaksinya dengan lingkungannya 2. Pengubahan Data; operasi pengubahan data mencakup : pengklasifikasian, penyortiran, pengkalkulasian, perekapitulasian, pembandingan 3. Penyimpanan Data ; Semua data harus disimpan disuatu tempat sampai ia diperlukan. Data tersebut disimpan dalam berbagai media penyimpanan, dan file yang disimpan disebut database. 4. Pembuatan Dokumen; Sistem pengolahan data menghasilkan output yang dibutuhkan oleh perorangan atau kelompok baik di dalam maupun luar perusahaan. Yang termasuk dalam proses pengolahan data, antara lain • verifikasi, • pengorganisasian data, • pencarian kembali, • transformasi, • penggabungan, • pengurutan, • perhitungan / kalkulasi • ekstraksi data untuk membentuk informasi, dan • pembentukan pengetah E. Sifat Pengolahan Data Ada beberapa sifat pengolahan data yang membedakannya dengan area apliksi yang lain. • Pengolahan data menjalankan tugas yang penting; Pengolahan data adalah aktivitas yang diperlukan. • Mengikuti prosedur standar secara relative; Peraturan dan latihan yang diterima menjelaskan cara pengolahan data yang akan dilakukan. • Menghimpun data yang detail atau lengkap. Karena record pengolahan data menunjukan aktivitas perusahaan secara lengkap, maka ia akan jadi alat untuk merekontruksi kembali tindakan/transaksi tersebut secara urut jika record diperlukan. Kronologi itu disebut dengan audit trail. • Mempunyai fokus historis yang paling utama. • Memberikan informasi pemecahn masalah minimal. F. Peranan Pemrosesan Data Dalam Pemecahan Masalah Pengolahan data memberikan sumbangan terhadap pemecahan masalah dengan dua cara. Ia menghasilkan laporan standar yang merekapitulasi kondisi keuangan perusahaan, dan ia memberikan database dari data internal yang digunakanoleh subsistem CBIS yang lain. Pengolahan data merupakan pondasi atau dasar untuk pembuatan system pemecahan masalahyang lain, khususnya MIS dan DSS. Langkah pertama dalam memberikan dukungan computer bagi manajer untuk memecahkan masalah adalah dengan mengimplementasikan system pengolahan data dengan suara. "SISTEM INFORMASI MANAJEMEN" Sistem Informasi Manajemen adalah serangkaian sub sistem informasi yang menyeluruh dan terkoordinasi dan secara rasional terpadu yang mampu mentransformasi data sehingga menjadi informasi lewat serangkaian cara guna meningkatkan produktivitas yang sesuai dengan gaya dan sifat manajer atas dasar kriteria mutu yang telah ditetapkan. Dengan kata lain SIM adalah sebagai suatu sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi beberapa pemakai dengan kebutuhan yang sama. Parapemakai biasanya membentuk suatu entitas organisasi formal, perusahaan atau sub unit dibawahnya. Informasi menjelaskan perusahaan atau salah satu sistem utamanya mengenai apa yang terjadi di masa lalu, apa yang terjadi sekarang dan apa yang mungkin terjadi di masa yang akan datang. Informasi tersebut tersedia dalam bentuk laporan periodik, laporan khusus dan ouput dari model matematika. Output informasi digunakan oleh manajer maupun non manajer dalam perusahaan saat mereka membuat keputusan untuk memecahkan masalah. Perancangan, penerapan dan pengoperasian SIM adalah mahal dan sulit. Upaya ini dan biaya yang diperlukan harus ditimbang-timbang. Ada beberapa faktor yang membuat SIM menjadi semakin diperlukan, antara lain bahwa manajer harus berhadapan dengan lingkungan bisnis yang semakin rumit. Salah satu alasan dari kerumitan ini adalah semakin meningkatnya dengan muncunya peraturan dari pemerintah. Manajemen Pada Aspek Informasi Informasi, data, fakta, atau opini dalam suatu organisasi dapat berlangsung dari atas ke bawah atau sebaliknya dan dapat pula berlangsung secara horisontal. Lalu lintas informasi tersebut dapat berlangsung sewaktu-waktu dengan frekuensi tinggi atau rendah. Intensitas informasi tersebut belum tentu cocok dengan kebutuhan suatu organisasi dan bidang tertentu, terlebih bila informasi-informasi yang ada menumpuk dan tercampur baur. Maka untuk penertibannya dibutuhkan suatu perangkat khusus yang dapat menanganinya. Perangkat tersebut dikenal dengan Sistem Informasi Manajemen (SIM) atau Manajemen Informasi secara Sistem (MIS).Sistem Informasi Manajemen (SIM) merupakan sebuah bidang yang mulai berkembang sejak tahun 1960an. Walau tidak terdapat konsensus tunggal, secara umum SIM didefinisikan sebagai sistem yang menyediakan informasi yang digunakan untuk mendukung operasi, manajemen, serta pengambilan keputusan sebuah organisasi. SIM juga dikenal dengan ungkapan lainnya seperti: “Sistem Informasi”, “Sistem Pemrosesan Informasi”, “Sistem Informasi dan Pengambil Keputusan”. Untuk mengumpulkan berita dan memprosesnya menjadi informasi untuk keperluan manajerial organisasi dengan memakai prinsip sistem. Dikatakan memakai prinsip sistem karena berita yang tersebar dalam pelbagai bentuknya dikumpulkan, disimpan serta diolah dan diproses oleh satu badan yang kemudian dirumuskan menjadi suatu informasi. Baskerville dan Myers berargumentasi bahwa SIM sudah saatnya menjadi sebuah disiplin ilmu secara mandiri. Davis menawarkan konsensus, bahwa setidaknya terdapat lima aspek yang dapat dikategorikan sebagai ciri khusus bidang SIM : 1. Proses Manajemen, seperti perencanaan strategis, pengelolaan fungsi sistem informasi, dan seterusnya. 2. Proses Pengembangan, seperti manajemen proyek pengembangan sistem, dan seterusnya. 3. Konsep Pengembangan, seperti konsep sosio-teknikal, konsep kualitas, dan seterusnya 4. Representasi, seperti sistem basis data, pengkodean program, dan seterusnya. 5. Sistem Aplikasi, seperti Knowledge Management, Executive System, dan seterusnya. Secara ideal, lembaga pendidikan seharusnya memiliki SIM yang merupakan suatu unit atau badan tersendiri lengkap dengan susunan petugasnya. Sebab, adanya SIM bertujuan—sebagaimana dijelaskan Murdick—untuk meningkatkan manajemen yang didasarkan kepada berita-berita, intuisi, dan pemecahan masalah yang terisolasi kepada manajemen yang didasarkan pada informasi secara sistem, pemrosesan data secara sempurna dengan alat-alat yang canggih dan pemecahan masalah secara sistem. SIM sebagai suatu badan memiliki bagian-bagian yang melaksanakan tugas-tugas tertentu. Bagian-bagian itu ialah: (1) pengumpulan data, (2) penyimpan data, (3) pemroses data, (4) pemrogram data. Masing-masing bagian tersebut dibutuhkan petugas yang ahli dalam bidangnya. Di negara-negara yang kaya, SIM sudah menggunakan alat yang canggih, yaitu komputer sehingga dapat memberikan informasi yang lengkap dan benar. Di negara-negara berkembang seperti halnya Indonesia, pemakaian komputer ini sedang dirintis. Meski demikian, data dapat saja diproses dengan pikiran dan keterampilan petugas dengan memakai model berpikir deduktif dan induktif. Berpikir deduktif bersumberkan dari kebutuhan manajer sedangkan berpikir induktif terjadi ketika menyusun informasi dari fakta-fakta yang menyangkut kebutuhan manajer.
"Sistem Pendukung Keputusan (Decision System)" Sistem pendukung keputusan (Decision Support System / DSS) pada awalnya diciptakan oleh dua professor di MIT (Anthony Gorry dan Michael S.Morton) pada tahun 70-an. Menurut mereka DSS harus diarahkan untuk mendukung manajemen pada masalah-masalah yang semi-structured (semi-terstruktur), yaitu masalah yang memiliki informasi kurang lengkap sehingga para manajer ragu dalam mengambil keputusan. DSS akan memberi dukungan atau alternatif penyelesaian sehingga para manajer dapat menguji alternatif ini untuk memilihi mana yang terbaik. Menurut Alter ada enam macam dukungan yang bisa diberikan oleh DSS, dari yang paling mudah hingga yang cukup rumit, sebagai berikut: 1. Mengambil elemen-elemen informasi dari database yang tersedia 2. Menganalisis seluruh file laporan dari berbagai unit kerja dalam organisasi 3. Menyiapkan laporan dari berbagai file, misalnya dari file rugi-laba, file analisis penjualan, dsb. 4. Memperkirakan akibat dari suatu alternatif keputusan, disini digunakan model matematis, misalnya model pertumbuhan, lalu beberapa nilai dicoba, dan efek-nya dianalisis, sehingga bisa dipilih yang terbaik 5. Mengusulkan keputusan, user bisa memakai model matematis, misalnya linear-programming, untuk mencari nilai optimal, hasilnya bisa diusulkan sebagai satu keputusan yang harus diambil. 6. Mengambil keputusan, user bisa memilih model yang rumit dan hasil analisis-nya bisa diambil sebagai suatu keputusan.
Perlu ditekankan bahwa tujuan dari DSS adalah: • Membantu manager dalam membuat keputusan untuk masalah semi-terstruktur • Mendukung penilaian manager bukan menggantikannya • Meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan NAMA : MA'RUF PURWO PUJASERA KELAS : 4PA03 NPM : 10509666

Jumat, 05 Oktober 2012

ANALISA PERBANDINGAN WEBSITE LOWONGAN KERJA

Perkembangan tekonologi dan informasi telah menghasilkan perubahan besar pada industri komunikasi yang memungkinkan terjadinya perubahan antara media massa dan teknologi komunikasi. Contohnya adalah media cetak besar di Indonesia yang memanfaatkan teknologi komunikasi dengan membuat berita online. Media online adalah media yang berbasis telekomunikasi dan multimedia (internet). Yang termasuk media online adalah website (situs web : Blog, facebook, twitter), dan email. Akhir-akhir ini banyak sekali website tentang lowongan kerja yang bertujuan untuk membantu mereka mendapatkan informasi yang berkaitan dengan lowongan kerja. Perkembangan jaman pada saat ini sudah demikian majunya sehingga seeorang bisa mendapatkan informasi terupdate tentang apapun. Website tersebut sangatlah menguntungkan bagi kedua belah pihak, Pihak perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja dan pihak pencari kerja itu sendiri. Dari banyaknya jumlah online career di Indonesia, saya mencoba beberapa online career site yaitu : Jobstreet dan Jobcity 1) Jobstreet Bahasa yang digunakan menggunakan bahasa inggris. Di dalamnya ada kolom Sign Up maupun Loggin dan juga ada kolom pencarian jenis pekerjaan (ada 28.060 pekerjaan), ada juga kolom lokasi pekerjaan di Indonesia (aceh, Bangka Belitung, baten, Bengkulu,dll) maupun internasional (cina, hongkong, india, Malaysia, singapura, Vietnam, Thailand, dll), di situs tersebut disediakan kolom yang sesuai dengan minat kita, ada juga kolom level posisi pekerjaan. Kolom Pribadi (My Jobstreet) didesain pada kolom terpisah disusun secara sejajar (horizontal) sehingga harus berpindah dari satu kolom ke kolom lain. Jobstreet juga tersambung ke beberapa media sosial (Facebook, Twitter) sehingga informasi jadi lebih cepat tersaji. Fasilitas lain dari situs ini adalah menu Jobstreet assessment dimana pengguna bias mengasah kemampuan bahasa inggris melalui soal soal pilihan ganda. 2) Jobcity.net Bahasa yang digunakan menggunakan bahasa inggris, , kolomnya disajikan secara horizontal (ada kolom candidate untuk melogin, job search untuk mengisi biodata sesuai minat kita dan mengetahui jenis pekerjaan apa saja yang tersedia, browse job untuk mengetahui di Negara mana kalian ingin mendapatkan pekerjaan secara umum, company profiles untuk mengetahui dinegara mana kalian ingin mendapatkan pekerjaan secara spesifik terus kita mau ngajuin ke perusahan mana sesuai dengan minat kita, dan career center yaitu langkah langkah yang harus diambil dalam karir) Kesimpulannya adalah Jobsstreet lebih informative karena pada Jobstreet tersambung media sosial sehinngga lebih mudah sampai ke masyarakat umum tetapi kelemahannya Jobstreet adalah lowongan pekerjaan kurang mencantumkan alamat perusahaan yang bersangkutan. Sedangkan Jobcity mencamtumkan alamat perusahaan.

Jumat, 07 Oktober 2011

Kebudayaan Indis

Kebudayaan Indis
Materi 1
Andreas Anthony (11509408)
Ma'ruf Purwo Pujasera (10509666)
Rezi Dwi Saputra (16509726)
Riefa Amanda (10509254)
Rizky Fajar (16509521)

Psikologi Lintas Budaya

Pendahuluan

Kolonialisme yang dibuat oleh Belanda pada nusantara Indonesia ini menyebabkan suatu proses enkulturasi, lebih daripada itu bahkan menciptakan/melahirkan sebuah kebudayaan baru yang bercirikan kebudayaan Belanda dan pribumi Jawa kebudayaan baru yang terbentuk ini biasa dikenal orang dengan kebudayaan Indis.
Tujuh unsur universal budaya yang telah ada dalam masyarakat pribumi Jawa terpengaruh oleh kebudayaan Belanda dan terbentuk kebudayaan baru kemudian budaya tersebut mencirikan keunikkannya sendiri. Jadi dalam hal ini faktor budaya yang mempengaruhi perilaku manusia. Yang terdapat paparan mengenai kepribadian individu yang dipandang sebagai hasil bentukan sistem sosial yang didalamnya tercakup budaya

Tinjauan Pustaka

Bagaimana kita suka / tidak suka terhadap sesuatu dan pada akhirnya menentukan perilaku kita. Sikap kita berorientasi kepada respon sikap adalah suatu bentuk dari perasaan, yaitu perasaan mendukung atau memihak (favourable) maupun perasaan tidak mendukung (Unfavourable) pada suatu objek. Sikap juga berorientasi kepada kesiapan respon, sikap merupakan kesiapan untuk bereaksi terhadap suatu objek dengan cara-cara tertentu, apabila dihadapkan pada suatu stimulus yang menghendaki adanya respon. Sikap merupakan suatu pola perilaku, tendenasi atau kesiapan antisipatif untuk menyesuaikan diri dari situasi sosial yang telah terkondisikan.
Komponen atau Struktur Sikap
Menurut Mar’at (1984):
1. Komponen kognisi yang berhubungan dengan belief (kepercayaan atau keyakinan), ide, konsep yaitu persepsi, stereotipe, opini yang dimiliki individu mengenai sesuatu
2. Komponen Afeksi yang berhubungan dengan kehidupan emosional seseorang misalnya menyangkut perasaan individu terhadap objek sikap dan menyangkut masalah emosi
3. Komponen Kognisi yang merupakan kecenderungan bertingkah laku seperti ”kecenderungan” : belum berperilaku.
- Interaksi antara komponen sikap: seharusnya membentuk pola sikap yang seragam ketika dihadapkan pada objek sikap. Apabila salah satu komponen sikap tidak konsisten satu sama lain, maka akan terjadi ketidakselarasan akibatnya terjadi perubahan sikap .
Dalam hal akulturasi budaya hingga menciptakan suatu kebudayaan yang baru, maka generasi baru yang muncul mempergunakan persepinya untuk membandingkan keadaan akar budaya Belanda dan budaya pribumi Jawa, ini tidak berhenti sampai disitu saja namun terus berlanjut hingga terbentuk suatu sikap

Pembentukan Sikap

Faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan sikap:
1. Pengalaman pribadi
§ Dasar pembentukan sikap: pengalaman pribadi harus meninggalkan kesan yang kuat
§ Sikap mudah terbentuk jika melibatkan faktor emosional
2. Kebudayaan
§ Pembentukan sikap tergantung pada kebudayaan tempat individu tersebut dibesarkan
§ Contoh pada sikap orang kota dan orang desa terhadap kebebasan dalam pergaulan
3. Orang lain yang dianggap penting (Significant Otjhers)
§ yaitu: orang-orang yang kita harapkan persetujuannya bagi setiap gerak tingkah laku dan opini kita, orang yang tidak ingin dikecewakan, dan yang berarti khusus
§ Misalnya: orangtua, pacar, suami/isteri, teman dekat, guru, pemimpin
§ Umumnya individu tersebut akan memiliki sikap yang searah (konformis) dengan orang yang dianggap penting.
Hal-hal yang dipandang oleh para keturunan adalah ketidak nyamanan ketika harus menjadi salah seorang pribumi yang harus bekerja keras untuk memperoleh sesuatu, namun karena adanya kesempatan sebagai seorang keturunan Indo-Belanda maka mereka membuat dirinya lebih tinggi status sosialnya daripada pribumi asli Jawa dengan memanfaatkan garis keturunan campuran, sehingga mereka tidak pernah mau untuk menyebut dirinya pribumi namun mencirikan diri mereka sendiri sebagai suatu kebudayaan baru.

Awal kehadiran orang Belanda

Pada abad ke-16, bangsa Belanda datang ke nusantara Indonesia untuk melakukan perdagangan dengan membeli rempah-rempah kepada orang-orang pribumi setempat, tapi kemudian tujuan organisasi perdagangan Belanda (VOC) berkembang. Mereka ingin menetap, yang selanjutnya digunakan pertahanan dan konsolidasi kekuatan, memonopoli perdagangan hingga menjadi penguasa terhadap seluruh nusantara. Akhir dari semunya adalah kolonialisme yang diterapkan oleh Belanda atas seluruh Indonesia (Hindia Belanda)
Politik liberal serta struktur feodal yang diberlakukan oleh Belanda mengakibatkan semakin luas dan berkembangnya perusahaan swasta, hal ini berdampak pada meningkatnya jumlah tenaga kerja (buruh dan birokrasi). Tenaga buruh yang dapat diambil dari rakyat/pribumi jelata yang tidak berpendidikan kemudian untuk tenaga birokrasi perkantoran golongan rendah dan menengah diambil dari rakyat/pribumi Indonesia (suku jawa) yang berpendidikan sekolah, sedangkan pemegang kendali –kendali perusahaan langsung dipegang oleh orang Belanda yang banyak datang ke Indonesia
Kebudayaan baru pun muncul. Karena adanya larangan bagi orang-orang Belanda untuk membawa istri atau mendatangkan perempuan Belanda ke Hindia Belanda (Indonesia). Maka daripada itu lelaki Belanda terdorong untuk menikahi penduduk setempat. Maka, terjadilah percampuran darah yang melahirkan anak-anak campuran, dan menumbuhkan budaya dan gaya hidup Belanda-pribumi yang kita sebut gaya indis. Kemudian, pada tahun 1870 ketika terusan suez dibuka, hal itu berarti memperpendek jarak tempuh antara negeri Belanda dengan Hindia Belanda, hingga menyebabakan arus kehadiran perempuan semakin banyak, kehadiran perempuan Eropa ke nusantara pun memperluas percampuran kebudayaan yang telah terbentuk.

Kebudayaan Indis

Semakin banyaknya orang-orang Belanda yang datang ke Hindia Belanda dan membentuk koloni sendiri dan selain itu mereka juga ada yang menikahi orang pribumi (jawa) membuat terjadinya proses asimilasi semakin cepat, pertemuan antara budaya Belanda dan budaya jawa disebut dengan kebudayaan indis
Kebudayaan indis merupakan fenomena historis karena menghasilkan/mempengaruhi tujuh unsur-unsur universal budaya yang telah ada dalam masyarakat pribumi jawa sebelumnya.
Masyarakat pendukung kebudayaan Indis
Kehadiran bangsa Belanda sebagai penguasa di pulau jawa menyebabkan pertemuan dua kebudayaan, yaitu budaya barat dan timur. Kebudayaan barat (Belanda) dan kebudayaan timur (jawa) masing-masing didukung oleh etnis dan struktur sosial yang berbeda dan semakin bercampur. Sejak abad ke-18 sampai awal abad kw-20 muncul golongan sosial baru sebagai pendukung kuat kebudayaan campuran (Belanda-jawa) di daerah jajahan Hindia Belanda.
Ketujuh unsur universal yang tepengaruh budaya Belanda ialah Bahasa (lisan dan tertulis), peralatan perlengkapan hidup manusia, mata pencaharian hidup dan sistem ekonomi, sistem kemasyarakatan, kesenian, ilmu pengetahuan dan religi.
Misalnya perkembangan dalam bidang pendidikan dan organisasi menyebabkan modernisasi pada masyarakat Indis. Masyarakat pribumi yang berpendidikan barat menjadi terangkat martabatnya, mereka pun menjadi bersikap kooperatif terhadap Belanda. Dan hal ini menumbuhkan golongan sosial baru yang mempunyai fungsi dan status baru yang menurut Sartono Kartodirdjo dibagi kedalam lima stratifikasi yaitu (1) Elite birokrasi yang terdiri atas Pangreh Praja Eropa dan Pangreh Praja Pribumi (2) Priyayi birokrasi termasuk priyayi ningrat (3) Priyayi professional (dibagi menjadi dua ada golongan priyayi gedhe dan priyayi cilik (4) Golongan Belanda dan golongan indo yang secara formal masuk status Eropa (5) Orang kecil (wong cilik). Golongan masyarakat tersebut, kecuali wong cilik, merupakan pendukung kuat kebudayaan indis
Aspek kognitif juga ikut mempengaruhi individu masyarakat indis, jika pribumi asli jawa akan canggung dengan suasana tempat tinggal bergaya barat yang modern. Lain halnya dengan masyarakat indis, mereka memodifikasi tempat tinggal dengan sedemikian rupa, jika mereka canggung atau merasa tidak nyaman dengan suasana tempat tinggal, mereka akan hanya menyesuaikan bentuk bangunannya.
Aspek normatif menunjukan keadaan yang dianggap sebagai hal yang berharga, yang menjadi tuntutan dan tujuan untuk memperoleh hidup yang lebih baik dibawah kekuasaan pemerintahan kolonial. Sebagai contoh seorang pejabat pribumi, jika rumahnya masih bergaya jawa maka akan sulit untuk merundingkan sesuatu yang sifatnya rahasia secara face to face dalam ruangan pendapa, sedang tamu-tamu yang lain ikut hadir mengelilinginya. Oleh karena itu ia harus menyesuaikan ruangan dalam rumah agar tidak bercampur-baur.
Aspek afektif, yaitu tindakan kelompok yang menunjukan situasi. Aspek ini dikaitkan dengan aspek kehidupan berumah tangga, terutama komposisi sebuah keluarga yang tinggal dalam sebuah rumah.
Komposisi sosial. Keturunan kedua golongan masyarakat Belanda dan pribumi yang disebut indo masih tetap menganggap budaya masa lampau perlu untuk dibanggakan, karena perlu menggunakan budaya barat demi karir jabatan dan prestise dalam hidup masyarakat kolonial.
Sejak awal kehadiran bangsa Belanda telah terjadi kontak budaya yang kemudian menghasilkan perpaduan budaya. Kebudayaan campuran yang didukung oleh segolongan masyarakat Hindia Belanda itu disebut kebudayaan Indis. Dalam proses akulturasi dua kebudayaan tersebut, peran penguasa kolonial di Hindia Belanda sangat menentukan. Sementara itu, bangsa Indonesia menerima nasib sebagai bangsa terjajah serta menyesuaikan diri. Sebelum bangsa Belanda hadir, masyarakat pribumu Jawa sudah mengenal teknologi dengan cukup baik. Mereka sudah mahir mengolah bahan-bahan kayu, batu, logam dan tanah liat. Hal itu tampak dari gaya arsitektur rumah yang berelemen kayu dan bangunan candi yang berelemen batu. Bakat-bakat teknologi ini kemudian mereka padukan dengan pengetahuan dari Eropa-Belanda. Setelah terjadi proses akulturasi, mereka menghasilkan berbagai alat kelengkapan hidup seperti pakaian, arsitektur, dan alat-alat produksi bergaya Indis.

Gaya hidup masyarakat indis

Gaya hidup golongan masyarakat pendukung kebudayaan indis menunjukan perbedaan mencolok dengan kelompok-kelompok sosial lainnya, terutama dengan kelompok masyarakat tradisiona jawa. Tujuh unsur universal kebudayaan indis, seperti halnya tujuh unsur universal yang dimiliki semua bangsa, mendapatkan bentuk yang berbeda dari akar budaya Belanda ataupun budaya pribumi Jawa. Sebagai golongan penguasa dan keturunan masyarakat yang mendukung dua akar kebudayaan yang berbeda, mereka berupaya untuk menunjukan kebesarannya yang berbeda pula dengan masyarakat kebanyakan. Kehidupan sosial dan ekonomi yang rata-rata lebih baik dibandingkan dengan kehidupan sosial masyarakat pribumi pada umumnya, memungkinkan mereka memiliki rumah tinggal berukuran besar yang bagus di dalam kompleks yang wilayahnya khusus pula, dalam hal ini, mereka mengacu pada lambang-lambang penguasa jawa dan kebesaran kekuasaan bangsa Eropa. selain itu mereka memulai kehidupan mewah dan boros akibat keberhasilan di bidang ekonomi melalui pengaruhnya sebagai anggota/bagian masyarakat indis. Dengan gaya hidup yang mewah itu mereka memepertahankan martabat dan kekuasaan koloninya. Kedudukan sebagai kelompok penguasa membuat masyarakat indis berupaya menjaga prestise dan kedudukanyaa melalui berbagai cara agar dapat dibedakan dengan kelompok masyarakat lainnya. Kewibawaan, kekayaan dan kebesarannya ditampilkan agar tampak lebih mewah dan agung. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga kelangsungan kekuasaan mereka di nusantara.

Daur hidup dan gaya hidup mewah

Daur hidup (Life cycle) adalah suatu rangkaian dalam perkembangan kehidupan seseorang untuk kembali ke status aslinya dari satu tingkat ke tingkat berikutnya. Dalam membahas kemewahan gaya hidup masyarakat indis yang berhubungan dengan daur hidup ada tiga peristiwa penting dalam daur kehidupan manusia yaitu kelahiran, perkawinan dan kematian.
Upacara kelahiran, kelahiran anggota baru dalam keluarga indis, lazim dirayakan dengan berbagai upacara. Sebelum melahirkan keluarga sufah menyiapkan baju Rajang unruk si bayi dan juga kelengkapan persalinan dan ruang tidur. Upacara penting setelah kelahirna adalah pemberian nama dan pembaptisan. Dari keseluruhan upacara-upacara untuk menyongsong kelahiran anak tidak terlalu banyak menelan biaya.
Upacara Pernikahan. Upacara Pernikahan memerlukan biaya yang lebih besar dibandingkan dengan upacara kelahiran. Kemewahan upacara perkawinan ditentukan oleh kekayaan, tingkat jabatan, serta keberuntungan kedua calon pengantin dan orangtua pengantin
Upacara kematian. Upacara daur kehidupan yang terakhir adalah upacara kematian. Upacara kematian diselanggarakan dengan mewah dan menelan banyak biaya sangat besar. Misalnya untuk upacara kenatian oejabat VOC atau pemerintah Hindia Belanda memerlukan banyak pengerahan tenaga dan pemikiran berbagai pihak. Pengerahan dilakukan oleh banyak pihak, mulai dari keluarga, rohaniawan, pejabat sipil, militer, sampai serdadu dan pemikul peti jenazah atau penggali kubur. Pada masa kejayaan VOC, upacara yang berhubungan dengan kematian seorang pejabat tinggi justru merupakan ajang pamer kemewahan, kebesaran dan kemegahan.

Kesimpulan

Kebudayaan indis adalah perpaduan antara budaya Belanda dan Indonesia (Jawa) yang mendapatkan bentuk yang berbeda dari akar budaya Belanda ataupun budaya pribumi Jawa. Hal ini disebabkan oleh karena pernikahan yang dilakukan oleh para lelaki Belanda kepada perempuan pribumi Jawa dan juga karena faktor pendidikan yang dapat diakses oleh beberapa/sebagian orang bangsa pribumi Jawa.
Masyarakat Indis tidak mau disamakan menjadi setingkat bangsa pribumi jawa yang lain namun karena mereka mempunyai akses untuk mengidentifikasi diri mereka menjadi warga eropa maka hal itu dimanfaatkan. Sehingga mereka dapat menduduki posisi setingkat diatas para pribumi jawa yang berarti juga mereka memiliki kekhususan dalam kehidupan sosial, ekonomi dibandingkan dengan masyarakat pribumi. Perlahan-lahan mereka mengadopsi budaya Belanda dan jawa, memadukan dua kebudayaan, mengambil yang bermanfaat dan yang berguna bagi kelangsungan masyarakat mereka dimulai dari cara berbahasa, peralatan perlengkapan hidup, mata pencaharian hidup dam sistem ekonomi, sistem kemasyarakatan, kesenian, ilmu pengetahuan dan religi. Perubahan budaya ini diawali oleh proses berpikir oleh para keturunan atau masyarakat indis yang tidak mau status sosialnya disamakan atau disederajatkan dengan pribumi lain sehingga mereka terlihat berbeda dari barbagai aspek terhadap budaya bangsa Belanda dan pribumi jawa, seperti bentuk dan fungsi rumah, mata pencaharian, dan kesenian. Jadi diantara seluruh tatanan kebudayaan Belanda dan Kebudayaan Jawa terdapat kebudayaan Indis yang menarik masyarakatnya untuk berperilaku ke Belandaan dan tetap mengakar pada budaya pribumi jawa.
Dengan demikian kebudayaan Indis merupakan produk dari pengaruh kebudayaan barat sekaligus bagian dari kebudayaan modern Indonesia.

Saran

Dilihat dari satu sisi penjajahan/kolonialime yang dibuat bangsa Belanda di nusantara ini bersifat negatif, namun jika kita membuka cakrawala pikiran kita ternyata ada sisi positif yang terbawa dari bangsa Belanda kepada bangsa Indonesia, hal itu tercakup dalam terciptanya masyarakat Indis yang berpendidikan yang lebih menghargai nilai-nilai positif suatu budaya lain.

Daftar Pustaka

Soekiman, Djoko. 2011.Kebudayaan Indis dari zaman kompeni sampai revolusi. Jakarta : komunitas bambu.

Senin, 11 April 2011

hubungan Interpersonal

No man is an island, entire of itself. Kata John Donne. Malahan kita selalu dipengaruhi oleh orang lain. Tanpa orang lain kita diliputi oleh perasaan terisolasi, seperti seorang tahanan penjara dan pelaut yang terdampar. Dengan adanya orang lain disisi kita bahkan saat frustasi dan kesedihan datang pun perasaan itu dapat dengan mudah ditahan. Ini saatnya saat keintiman dengan orang lain dapat membuat kita merasa seperti berada di tempat yang sangat nyaman didunia.
Satu pikiran yang kita pelajari adalah ada cara berbeda dalam berhubungan dengan yang lainnya. Kita akan membahas ini : The social or fair-exchange model dan the transactional analysis model. Dalam sesi terakhir kita juga akan melihat the role model. Walaupun tidak ada dari model – model tersebut yang dapat menjelaskan semua tentang hubungan kita, tapi dapat kita sadari model tersebut dapat menolong kita menjadi lebih sadar tentang arti dan pengertian dari suatu hubungan setiap harinya.

Social or Fair-exchange Model
Sesuai dengan model ini, tujuan utama dari hubungan interpersonal adalah saling memuaskan dari kebutuhannya. Kita cenderung untuk menghubungkan dengan hal lain dalam seperti setiap dari kita akan menerima pertukaran yang adil dari apa yang kita taruh dalam hubungan kita dengan orang lain dan apa yang telah kita korbankan.
Rewards (ganjaran hadiah). Reward adalah apa saja yang menguntungkan dari sebuah hubungan yang positif atau baik. Yang tidak dapat dipungkuri dalam hubungan dengan orang lain adalah adanya nilai negatif yang disebut cost (biaya). Ini mungkin terdiri dari dari derajat tingkatan dari penanaman emosional atau jumlah dari waktu dan energi yang digunakan untuk menjaga suatu hubungan atau ini mungkin mengambil bentuk lain dalam bentuk kekecewaan dalam respon yang lain, seperti Reward. Perbedaan antara Reward dan Cost. Ketika reward dari suatu hubungan lebih besar daripada cost yang tak terelakan, kita dapat mengatakan hubungan tersebut dapat menjadi sangat menguntungkan. Ketika cost lebih besar kita akan menganggap hubungannya tidak adil. Yang menjadi dasar reward, cost atau pertukaran yang adil tergantung dari seberapa subjek terpengaruhi secara baik oleh faktor objektif.
Jika ada orang lain yang diluar hubungan menawarkan lebih banyak kepuasan dengan sedikit pengorbanan daripada yang ada sekarang, lalu orang yang seperti itu sedang mengancam hubungan kita yang sekarang. Dalam hal ini mungkin dapat dijelaskan mengapa pendekatan pertukaran yang adil banyak yang terputus karena ada satu hal yang lebih memuaskan dengan biaya atau pengorbanan yang kecil. Hal ini mungkin juga menjelaskan mengapa banyak hubungan yang tidak memuaskan terus berlanjut karena individu tersebut gagal atau tidak dapat melihat hal yang lebih menjanjikan dari orang lain di masa depan.

Model Analisis Tranksaksi
Teori permainan masih menyediakan model dari hubungan yang lainnya. Sesuai dengan pandangan ini. Hubungan dapat dipahami dengan baik sebagai kombinasi dari Inner ego state dan transaksi dari luar.
Ego estate adalah sebuah konsep yang kami gunakan untuk mendeskripsikan hubungan sistem perasaan dari dalam dan persepsi dalam hubungan manifestasi pola perilaku. Hal ini dapat dilihat dan di deteksi dari kata – kata, nada suara, ekspresi wajah, sikap tubuh dan badan. Kepribadian seseorang dapat dipahami dan dihubungkan melalui tiga hal dasar : Masa anak- anak, orangtua dan masa dewasa. Tranksaksi adalah sebuah pertukaran antara individu menyangkut stimulus dan respon antara ego state yang spesifik dari individu.
Masing-masing model ini menyebabkan aspek yang berbeda dari hubungan kita sehari-hari. Model pertukaran mengingatkan kita bahwa kita cenderung untuk mengharapkan pengembalian yang adil pada apa yang kita telah berinvestasi dalam hubungan kita dengan orang lain. Transaksional model komunikasi yang menyoroti kompleksitas yang terlibat dalam hubungan kami, terutama bagaimana kita memanipulasi satu sama lain dalam cara predicable untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Selain cara yang berbeda untuk hubungan pemahaman, kita juga dapat membedakan berbagai tingkat hubungan, dari rendah menjadi lebih intim

Memulai hubungan
Ketika anda pertama kali bertemu seseorang, kecenderung dari kita adalah membentuk kesan luas mengenai bagaimana orang lain atas dasar informasi yang sangat sedikit tentang mereka, berasal dari kebutuhan kita ketahui agar siap untuk merespon. Umumnya kita menganggap seseorang memiliki karakteristik yang kita.
Ketika kami pertama kali bertemu seseorang, kita memperhatikan hal-hal seperti usia, penampilan, jenis kelamin, ras, fisik, dan pakaian dari orang itu. Sayangnya, kesan kita kadang-kadang dirusak oleh stereotip atau generalisasi palsu. Artinya, kita cenderung untuk mengatributkan karakter identik dengan orang-orang dengan kesamaan permukaan, terlepas dari perbedaan yang sebenarnya antara mereka. Sebagai contoh, ada kecenderungan untuk melihat semua orang yang memakai kacamata karena lebih cerdas, rajin, dan dapat diandalkan dibandingkan tidak memakai kacamata
Atraksi interpersonal
Banyak kesan dibentuk dengan mengamati orang lain. Ketika kita mulai berinteraksi dengan orang, bagaimanapun juga kita mendapatkan perasaan yang lebih kuat dari suka atau tidak suka terhadap mereka. Perasaan seperti itu mungkin tampak berubah-ubah pada saat itu, namun sebenarnya hal ini dipengeruhi oleh sejumlah faktor :
1. fisik ini terutama penting dalam tahap awal jika sebuah hubungan. Kita lebih cenderung untuk tertarik pada seseorang yang tinggal dekat kita, menghadiri sekolah yang sama, atau bekerja diperusahaan yang sama kita lakukan.
2. Kesamaan/serupa seseorang terhadap diri kita. serupa adalah cara kita juga unutk mempertinggi daya tarik mereka kepada kita. Sekali kita bertemu orang-orang yang seperti kita dalam hal keyakinan, sikap, atau latar belakang social, kita cenderung lebih tertarik pada mereka daripada seseorang yang kurang seperti kita
Peran bahwa daya tarik fisik bermain di tarik secara keseluruhan interpersonal kami bervariasi sesuai dengan individu, jenis kelamin dan standar budaya. Namun, temuan khas adalah bahwa laki-laki tertarik untuk perempuan atas dasar daya tarik fisik dan daya tarik seks, sementara perempuan tertarik pada laki-laki lebih berdasarkan karakteristik kepribadian dan prestasi dari penampilan fisik


Hubungan peran
Sementara kita pada awalnya tertarik kepada orang lain berdasarkan persepsi tertentu dan perasaan daya tarik, jenis hubungan kita dengan mereka sangat tergantung pada peran sosial, atau perilaku yang diharapkan dan kenyamanan. Yang dimaksud di sini adalah kompatibilitas atau relevansi, hal apa yang tepat untuk dilakukan dalam hubungan.
Contohnya kita dapat percaya ketika menyerahkan uang kepada teller bank. Yang mungkin petugas teller itu asing bagi kita.

Peran kecukupan dan konflik
Persyaratan utama dalam hubungan adalah dengan peran kesesuaian, atau bertindak seperti yang kita harus bertindak
Menurut Erich Fromm kondisi eksistensi manusia yang terdiri dari aspek binatang, dan aspek manusia, menimbulkan macam kebutuhan-kebutuhan dasar manusia yang terdiri dari keterhubungan, transedensi, keberakaran, identitas, kerangka orientasi.
Ketika satu kebutuhan tidak teraktualisasi akan menjadi penghambat. Misalnya dalam hal ini hubungan interpersonal, berkaitan dengan keterhubungan, maka kebutuhan mengatasi perasaan kesendirian dan terisolasi dari lingkungan disekitarnya. Jika seorang individu tidak mencapai kepuasan dalam pemenuhan kebutuhan maka individu itu akan mengalami isolasi namun sebaliknya jika kebutuhan teraktualisasi maka hubungan yang lebih intim terjadi.

Hubungan intim pribadi
Menurut definisi kamus biasa, keintiman mengacu pada hubungan, kehangatan internal antara dua teman atau kekasih yang dihasilkan dari periode panjang asosiasi. keintiman yang lebih berkaitan dengan kualitas hubungan daripada dengan durasi kontak kita dengan orang lain, walaupun biasanya ada hubungan yang positif antara keduanya.
Keintiman merupakan hubungan pribadi yang erat dengan orang lain, di mana mitra berbagi pemikiran dan perasaan terdalam. Hal ini kebetulan bahwa keintiman sering identik dengan hubungan seksual, karena hubungan seksual biasanya melibatkan erat kontak antara dua orang. Tapi kita mungkin mengalami keintiman interpersonal tanpa hubungan seksual bergender sama seperti pada persahabatan dan hubungan pasien terapis. Di sisi lain, dua orang dapat terlibat dalam hubungan seksual dengan taruhan keterlibatan emosional sangat sedikit, seperti dalam hubungan seks bebas. Namun, bahkan ketika kita mencapai keintiman pribadi kita dengan teman-teman kita, kekasih, atau mitra perkawinan, periode ini biasanya alternatif dengan peran hubungan.

Self-Disclosure (Timbal balik penyikapan diri)
Self-Disclosure timbal balik berkaitan dengan dua atau lebih orang-orang yang dengan sukarela sebagi perasaan dan pemikiran dalam diri mereka. Sepanjang itu adalah perkiraan kepada hubungan, timbal balik yang pada umumnya menyempurnakan keakraban lebih besar. Salah satu faktor yang paling utama di dalam timbal balik penyikapan diri adalah tindakan dirinya sendiri. Timbal balik penyikapan diri maksimum terjadi ketika mitra kedua-duanya menyingkapkan banyak sekitar diri mereka dan juga meminta informasi tentang orang lain pada terus meningkat mengisyaratkan tingkatan. Contohnya dua orang yang berteman lama kemudian salah seorang dari mereka mengungkapkan/bercerita rahasia yang menjadi masalahny, hal ini bisa menjadi gerbang sebuah timbale balik kepercayaan.
Pertukaran seperti itu juga menggambarkan pentingnya kepercayaan di dalam timbal balik penyikapan diri dan keakraban.

Keintiman dan pertumbuhan
Idealnya hubungan intim membantu kedua pasangan tumbuh lebih lengkap sebagai orang. Kasih sayang dan kepercayaan antara mereka memberikan suasana, aman menerima di mana kedua dapat berbagi dan menegaskan diri mereka di lovels semakin lebih dalam kepribadian mereka. Kepuasan kebutuhan dasar mereka untuk keamanan dan penerimaan, dalam istilah Maslow, membebaskan mereka mengaktualisasikan diri dalam hal yang lebih tinggi, kebutuhan pertumbuhan.





Ringkasan
model pertukaran menekankan pentingnya mendapatkan pengembalian yang adil pada apa yang kita telah investasikan dalam hubungan tersebut. model analisis transaksional mengingatkan kita pada kompleksitas transaksi interpesonal sebuah cara kita cenderung untuk memanipulasi satu sama lain untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Disini juga dibedakan beberapa tingkatan hubungan sesuai dengan tingkat keterlibatan pribadi termasuk hubungan awal.
Dasar daya tarik
· kedekatan fisik
· latar belakang sosial
· karakteristiknya
· daya tarik fisik
· saling menyukai lama-lama meningkat menyukai Anda